Penilaian visual berfokus pada deteksi cacat permukaan seperti undercut, porosity, dan spatter, sementara pengukuran mikroskopis mengevaluasi area penetrasi, heat-affected zone (HAZ), dan aspek rasio weld pool. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi kedua metode ini secara signifikan meningkatkan akurasi kontrol kualitas (QA/QC) dibandingkan pemeriksaan visual konvensional semata.
Kata Kunci: Inspeksi Visual, Penetrasi Las, Mikroskop Optik, Kualitas Sambungan Las, Makroetsa, QA/QC Manufaktur.
Inspeksi visual dilakukan secara langsung pasca-pengelasan setelah kerak (slag) dibersihkan. Aplikasi detail meliputi:
Pemeriksaan Geometri Permukaan: Mengukur tinggi penguatan las (weld reinforcement), lebar bead, dan kesimetrisan profil.
Identifikasi Catan Permukaan: Memeriksa keberadaan cacat seperti spatter, retak permukaan (surface cracks), undercut, overlap, dan pori-pori terbuka (porosity).
Penggunaan Alat Ukur Konvensional: Menggunakan welding gauge (seperti Cambridge Gauge atau Fillet Weld Gauge) untuk mengukur dimensi kasar sebelum benda uji dipotong.
Untuk mengetahui karakteristik penetrasi bagian dalam, dilakukan pengujian makro (macro-etch testing) dengan tahapan aplikasi sebagai berikut:
[Pemotongan Sampel (Sectioning)]
↓
[Pengamplasan & Polishing (Grinding/Polishing)]
↓
[Pengetsaan Kimia (Chemical Etching)]
↓
[Observasi & Pengukuran Mikroskop Optik Digital]
Pemotongan (Sectioning): Sampel las dipotong tegak lurus terhadap arah pengelasan (cross-section) pada area representative.
Preparasi Permukaan: Sampel diarsir dan dipoles (polishing) hingga mencapai kekasaran permukaan mikro agar batas weld metal, HAZ, dan base metal terlihat jelas.
Pengetsaan (Etching): Penggunaan reagen kimia (seperti larutan Nital untuk baja karbon) untuk menonjolkan struktur makro dan batas lebur (fusion line).
Analisis Mikroskopis: Sampel diletakkan di bawah mikroskop optik digital/stereo yang dilengkapi dengan perangkat lunak image analysis terkalibrasi. Parameter yang diukur meliputi:
Kedalaman Penetrasi (d): Jarak tegak lurus dari permukaan base metal hingga titik terdalam penetrasi logam las.
Lebar Lasan (w): Lebar puncak leburan logam.
Luas Area HAZ: Luas zona terpengaruh panas.
Penetrasi Efektif: Memastikan tidak ada lack of fusion pada akar las.
Tindakan: Gunakan hasil pengukuran mikroskop (kedalaman penetrasi dan luas HAZ) sebagai umpan balik (feedback loop) langsung untuk menyetel parameter mesin las otomatis (GMAW/GTAW/Robotic Welding).
Manfaat: Mengurangi penyimpangan penetrasi secara konsisten sejak awal proses produksi (preventive quality control).
.png)