Retak beton (crack beton) merupakan salah satu masalah yang sering ditemukan pada konstruksi. Retakan dapat muncul akibat perubahan suhu, penyusutan beton, beban, kelembapan, atau kondisi material. Retak halus pada beton perlu diperiksa karena dapat berkembang dan memengaruhi kualitas struktur jika tidak dipantau dengan baik.
Salah satu fenomena yang menarik untuk diamati adalah self healing concrete, yaitu kemampuan beton untuk menutup atau memperbaiki retak kecil secara alami maupun dengan material tertentu. Pengamatan retak sebelum dan sesudah proses self healing dapat membantu mengetahui perubahan kondisi permukaan beton.
Pemeriksaan retak beton secara visual terkadang tidak cukup, terutama ketika ukuran crack sangat kecil atau berada pada lokasi yang sulit dijangkau. Parameter seperti lebar, panjang, bentuk, dan pola retak dapat menjadi bagian dari proses inspeksi. Mikroskop digital dapat membantu melihat detail retakan yang sulit diamati dengan mata. Penelitian pada struktur beton juga telah menggunakan mikroskop digital untuk pemeriksaan retak.
![]() |
![]() |
Untuk inspeksi retak beton di lapangan, mikroskop digital portable Dino-Lite dapat menjadi solusi praktis. Perangkat ini dapat digunakan untuk mengamati retak halus secara langsung dan membantu dokumentasi kondisi permukaan beton. Beberapa model juga dapat dihubungkan dengan perangkat mobile untuk memudahkan pengamatan dan berbagi hasil secara langsung.
Solusi yang dapat digunakan antara lain Dino-Lite AF4935ZTE, AM83917MZT, RK10FS, dan mikroskop trinokular Euromex IS1053PLMi.
Dengan pembesaran yang sesuai, deteksi crack beton menjadi lebih mudah sehingga perubahan retakan selama proses self healing dapat diamati dan didokumentasikan secara lebih jelas.
Memilih Solusi :
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
| AF4935ZTE | AM83917MZT | RK10FS | IS1053PLMi |
Semoga informasi dari kami dapat membantu.
Untuk ingin tahu lebih lanjut dan trial dapat menghubungi kami.
|
Temukan kami di sosial media |
||||
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |
![]() |